Welcome Comments Pictures

Jumat, 29 November 2013

Tugas 7


Jelaskan sifat bisnis internasional, dalam hal apa saja bisnis internasional dapat mempengaruhi kehidupan kita sehari-hari!
1. Difinisi Bisnis internasional
Bisnis internasional: hasil kegiatan bisnis yang melewati batas nasional
2. Teori bisnis Internasional
a). Absolute advantage theory by Adam Smith
Suatu negara memproduksi suatu produk yang lebih efisien dibandingkan dengan negara lain dan melakukan perdagangan internasional untuk meningkatkan kemakmurannya.

Contoh:
Jumlah produk yang dihasilkan oleh setiap negara untuk 1 unit sb. daya
NEGARA / PRODUK
TANK
ROTI
USSR
10
6
CHINA
5
10

          USSRè Tank dan China è Roti

b). Comparative advantage theory by David Ricardo
Suatu negara memproduksi satu produk yang lebih efisien dari produk lain dibandingkan dengan negara lain dan melakukan perdagangan internasional untuk meningkatkan kemakmurannya.
Contoh:
Jumlah produk yang dihasilkan oleh setiap negara untuk 1 unit sb. daya
NEGARA / PRODUK
TANK
ROTI
USSR
100
60
CHINA
5
10

§ Absolute advantage USSR è Tank dan Roti
§ Comparative advantage USSR pada Tankè Produktivitas 20 kali dibandingkan dengan Roti hanya 6 kali
3. Konsep Dasar bisnis Internasional
a). Exporting dan Importing
§     Exporting: menjual produk domestik ke negara lain
§     Importing: membeli produk yang dibuat oleh negara lain
Ekspor dan Impor USA
Export
$ Milyar
Import
$ Milyar
§  Chemicals
§  Motor Vehicles
§  Office Machinery & Computers
§  Electrical Machinery
§  Aircraft & Parts
$ 32,300
25,178

23,128

21,602
20,004
§  Electrical Machinery
§  Crude Petrolium
§  Office Machinery & Computers
§  Telecommunications Machinery
§  Clothing
$ 31,009
25,844

22,601

22,278
21,518
b). Balance of Trade
§  BOT: Selisih (satuan mata uang) antara jumlah ekspor dan impor
§  Trade Surplus (Favourable Balance of Trade) : Ekspor > Impor
§  Trade Deficit ( Unfavourable Balance of Trade): Impor < Ekspor

c). Balance of Payment
§  BOP: Total aliran uang yang masuk dan keluar dari suatu negara
§  Komponen BOP: Balance of trade, foreign aid, foreign investments, military spending, money spent by tourist in other countries
§  Favourable Balance of Payment : More money is flowing in than flowing out
§  Unfavourable Balance of Payment : More money is flowing out  than flowing in

d). Exchange Rate
  • Exchange rate: rate/nilai tukar matauang suatu negara terhadap matauang negara lain
§  Tangal 8 maret 2007 Rp 9.800/$
§  Jenis Exchage rate:
*) Fixed exchange rate: Tingkat nilai tukar yang bervariasi dan ditetapkan oleh pemerintah
*)  Floating exchange rate: Tingkat nilai tukar yang bervariasi dengan kondisi pasar
4. Halangan bisnis Internasional

§  Cultural : konsep dan nilai  umum suatu negara dan unsur yang tampak seperti makanan, pakaian dan bangunan
§  Misal McDonald’s membuka restoran di Roma (Budaya masyarakat roma keberatan dengan menggoreng hamburger)
§  Kepercayaan orang Jepang untuk membayar secara tunai terhadap produk yang dibeli
§  Social: keluarga, pendidikan, agama dan kebiasaan
§  Misal di China perusahaan tidak dapat mengklaim menjadi nomor 1 di
§  Iklan, karena sistem moral yang mereka pegang bahwa stiap orang
§  sama
§  Masyarakat di beberapa negara melarang untuk impor produk
§  (makanan & pakaian) yang dilarang menurut keyakinan mereka
§  Political :stabilitas politik suatu negara mempengaruhi perdagangan
§  Tariffs & Trade restriction:
*) Import tariffs
*) Quotas & embargoes
*) Exchange control: batasan jumlah curency tertentu untuk
     diperdagangkan
5. Peraturan bisnis  Internasional
Peraturan perundang undangan
  • Undang-undang mempengaruhi perdagangan internasional.
*) Webb-Pomerene Export Trade Act bertujuan untuk membebaskan US firm dari antitrust jika mereka bersama dama mengembangkan perdagangan LN
*) Foreign Corrupt Prcatice Act bertujuan melarang perusahaan USA untuk menyuap foreign official untuk memperoleh penjualan ilegal
*)  Export Trading Companoes Act bertujuan untuk mendukung formasi perusahaan dagang yang melakukan ekpor dengan mengurangi halangan antitrust dan memperkenankan bank untuk berpartisipasi dalam formasi tersebut
Organisai Internasional.
*) GATT: Organisasi internasional yg dibentuk untuk mengurangi halangan perdagangan internasional
*)   Economic Communities: Suatu organisasi yan memfasilitasi perpindahan produk diantara anggota (negara) melalui penyusunan kebijakan ekonomi bersama. Mis, European Community (EC), Latin American Free Trade Area (LAFTA), European Free Trade Area (EFTA), AFTA, OPEC
*) IMF dan WB: International monetary fund merupakan org. finansial internasional yg meminjamkan uang kepada negara untuk melakukan perdagangan internasional. World Bank merupakan organisasi internasional yang meminjamkan uang kepada negara sedang berkembang dan belum berkembang
6. Pendekatan bisnis Internasional
§  Exporting: Menjual produk domestik ke LN
§  Licensing: Persetuuan dimana suatu perusahaan memperkenankan perusahaan lain untuk menjual produk dan menggunakan merek dagangnya untuk memperoleh komisi atau royalti
§  Joint Venture: Jenis perusahaan persekutuan khusus antara dua perusahaan atau lebih untuk menjalankan usaha (mengambil keputusan, resiko investasi dan keuntungan secara  bersama) dalam suatu periode tertentu
§  Trading Company: suatu perush membeli produk dari suatu negara dan kemudian menjualnya dinegara lain tanpa terlibat dalam produksi
§  Countertrading: Persetujuan barter oleh dua negara atau lebih
§  Direct ownership: Pembelian satu atau lebih operasi usaha di LN
§  Multinasional Corporation: total komitmen terhadap bisnis internasional dg memiliki yakni perusahaan yang beroperasi secara global dengan memiliki aset operasi atau subsidiari di LN
§   
7. Adaptasi terhadap Pasar LN
§  Product: Penyesuaian produk terhadap kondisi pasar /masyarakat disetiap negara. Mis GE Corp. harus menyesuaikan refregerators untuk pasar Jepang.
§  Price: harga produk LN dan domestik berbeda sebagai akibat dari pajak, tarif, dan transportasi
§  Distribusi: Penyediaan produk dipasar LN
§  Promotion: Pemberian informasi kepada konsumen di setiap negara dapat dilakukan dengan satu jenis promosi atau berbeda sesuai dg kondisi pasar

dampak positif dan negatif bisnis internasional dalam kehidupan sehari-hari adalah :
1.     Dampak Positif
a.       Perkembangan Penduduk
Dengan adanya bisnis internasional, maka daya saing pun bertambah sehingga dapat menimbulkan persaingan yang kompetitif diantara negara-negara. Untuk itu, UKM  harus melakukan perubahan dari segi apapun, baik itu dari segi produk, pemasaran hingga teknologi dengan cara seperti ini membuat UKM dapat bersaing dengan produk-produk luar negeri yang kompetitif.
b.      Sebagai Tantangan Meningkatkan Kualitas Produk
Dengan adanya bisnis internasional ini bagi kalangan dunia usaha, khususnya untuk mereka yang memiliki usaha dengan kualitas dan manajemen yang baik, perdagangan internasional dapat dijadikan tantangan bagi pelaku dunia usaha yaitu bagaimana cara mereka bisa bersaing secara sehat dengan produk-produk dari luar negeri. Sehingga pelaku usaha akan semakin menjadikan pasar perdagangan internasional ini menjadi semangat dan modal untuk memotivasi mereka untuk selalu meningkatkan kualitas dan harga produk mereka sehingga bisa terjangkau oleh konsumen.  
c.       Peluang Menarik Investasi
Dengan adanya bisnis internasional suatu negara dapat menarik investor asing untuk menanamkan modalnya di Indonesia. Hasil dari investasi tersebut dapat diputar lagi untuk kegiatan 
mengekspor barang-barang hasil UKM ke negara-negara yang tidak menjadi peserta perdagangan internasional.
a.       Meningkatkan Volume Perdagangan
Hal ini di motivasi dengan adanya persaingan ketat antar produsen. Sehingga produsen maupun importir dapat meningkatkan perdagangan yang tidak terlepas dari kualitas barang yang diproduksi oleh sektor-sektor  UKM.
2.      Dampak Negatif
a.    Menghancurkan sektor-sektor Industri
Serbuan produk asing dapat mengakibatkan kehancuran sektor-sektor ekonomi yang diserbu. Padahal sebelum tahun 2009 Indonesia telah mengalami  proses deindustrialisasi (penurunan industri) yang dipicu oleh penutupan sentra-sentra usaha strategis UKM.
b.  Menghambat Daya Saing Produk
      Mudah masuknya produk-produk asing  yang harganya relatif murah, akan mematikan UKM. Hal itu dapat menghambat daya saing produk-produk UKM karena masyarakat Indonesia memiliki tingkat perekonomian yang rendah.
c.       Produk Luar Membanjiri Pasar Indonesia
Produk luar negeri bukan hanya barang-barang modal melainkan juga barang-barang konsumsi yang harganya super murah. Masyarakat Indonesia lebih cenderung menyukai barang yang harganya murah walaupun masyarakat mengetahui barang tersebut 
  
bukan produk Indonesia. Bukan berarti mereka tidak mendukung produk dalam negeri, melainkan tuntutan ekonomi yang menuntut mereka membeli produk asing yang lebih murah.
a.       Beralihnya Posisi Produsen Menjadi Pedagang (Importir)
Pasar dalam negeri yang diserbu produk asing yang memiliki kualitas dan harga yang sangat bersaing akan mendorong pengusaha dalam negeri berpindah usaha dari produsen di sektor UKM menjadi pedagang atau importir saja. 

Beberapa dampak perdagangan internasional bagi perekonomian Indonesia antara lain sebagai berikut :
A.    Dampak bisnis Internasional Terhadap Perekonomian Indonesia
Indonesia perlu melihat keadaan ekonomi dalam negeri yang masih banyak perlu dibenahi. Dalam perekonomian nasional, sering ditemui adanya sektor atau unit usaha yang masih mengandalkan fasilitas atau perlindungan dari pemerintah untuk dapat berkembang dan bertahan dalam bidang usahanya. Hal ini kemudian diperburuk dengan meluasnya korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) yang memunculkan pelaku-pelaku ekonomi dan menciptakan struktur ekonomi yang berdaya saing rendah. Unit-unit usaha yang semacam ini sebaiknya tidak dipertahankan karena akan terdesak oleh unit-unit asing yang masuk ke Indonesia. Usaha-usaha milik anak bangsa akan kalah bersaing dan menjadi pengusaha-pengusaha yang terlempar dari pasar.
Beberapa dampak perdagangan internasional bagi perekonomian Indonesia antara lain sebagai berikut :

bukan produk Indonesia. Bukan berarti mereka tidak mendukung produk dalam negeri, melainkan tuntutan ekonomi yang menuntut mereka membeli produk asing yang lebih murah.
a.       Beralihnya Posisi Produsen Menjadi Pedagang (Importir)
Pasar dalam negeri yang diserbu produk asing yang memiliki kualitas dan harga yang sangat bersaing akan mendorong pengusaha dalam negeri berpindah usaha dari produsen di sektor UKM menjadi pedagang atau importir saja. 

a.       Memungkinkan Terjadinya Spesialisasi
Perdagangan internasional mendorong negara-negara melakukan spesialisasi produksi sehingga Indonesia harus memilih kegiatan produksi sesuai dengan kekhasan sumber daya yang dimiliki agar dapat menjadi faktor produksi yang unggul dan menghasilkan produk berkualitas dengan harga yang murah.
b.      Efisiensi dalam Kegiatan Produksi
Efisiensi dalam kegiatan  produksi mengolah sumber daya untuk menghasilkan suatu barang yang lebih murah dari  negara lain. Biaya produksi yang  lebih murah akan menghasilkan produk dengan harga yang bersaing di pasar internasional. Efisiensi dalam kegiatan produksi dibagi menjadi dua, yaitu :
1)      Efisiensi Ekonomi
Efisiensi ekonomi merupakan kegiatan produksi yang menghasilkan barang dan jasa melalui pengolahan beberapa faktor produksi dengan biaya produksi minimum. Efisiensi ekonomi lebih ditekankan pada segi ekonomi.
2)      Efisiensi Teknologi
Efisiensi teknologi merupakan kegiatan produksi yang menghasilkan barang dan jasa karena kemampuan mengolah kombinasi beragam faktor produksi. Efisiensi teknologi lebih ditekankan pada segi kombinasi terbaik berbagai faktor produksi.
  
a.   Tantangan Menghasilkan Produk Berkualitas
 Tersebarnya produk buatan luar negeri di pasar Indonesia sukar dibendung. Keadaan itu menjadi tantangan Indonesia untuk juga dapat menghasilkan produk yang mutunya lebih baik. Adapun langkah-langkah alternatif untuk menghasikan produk-produk yang bermutu antara lain:
1)   Melakukan penelitian secara kontinyu terhadap produk yang beredar pada kebutuhan pasar dunia.
2)      Mengembangkan teknologi secara efisien dan efektif. Artinya, dengan biaya yang telah diperhitungkan, diterapkan teknologi yang benar-benar diarahkan dengan pengembangan produk yang semakin berkualitas.
3)  Memasarkan produk Indonesia dalam berbagai moment, seperti pameran Internasional. Sebagai upaya perkenalan dan informasi keunggulan produk Indonesia.
4)  Menghadirkan citra Indonesia sebagai negara yang menjunjung tinggi persaingan sehat dan profesionalitas.
d.      Peluang Meningkatkan Ekspor
Kemampuan secara tepat menetukan keunggulan komparatif secara keseriusan menghasilkan produk berkualitas internasional yang membawa peningkatan jumlah ekspor. Barang ekspor dari Indonesia pada umumnya dibedakan menjadi dua yaitu:

1)      Ekspor migas yaitu ekspor barang yang berupa minyak bumi dan gas alam.
2)      Ekspor non migas meliputi komoditas primer dan bukan primer. Komoditas primer merupakan hasil pertanian dan pertambangan. Sedangkan komoditas bukan primer merupakan hasil industri.
f.       Alih Teknologi dari Negara-negara Maju
Perdagangan internasional mendorong kemajuan ilmu pengetahuan  dan teknologi dalam negeri, terutama dalam bidang industri, dengan munculnya teknologi baru yang lebih modern dapat membantu dalam memproduksi barang lebih banyak dengan waktu yang singkat. Indonesia sebagai negara produsen dengan komoditas pertanian yang besar, Indonesia dapat membeli teknologi-teknologi tinggi sesuai komoditas yang ada.
g.      Meningkatkan Pendapatan Penduduk
Dengan adanya perdagangan internasional Indonesia dapat meningkatkan pendapatan penduduknya dengan cara melakukan ekspor ke negara-negara maju.
h.      Memperluas Pasar dan Menambah Keuntungan
Terkadang, para pengusaha tidak menjalankan alat produksinya dengan maksimal karena mereka khawatir akan terjadi kelebihan produksi, yang mengakibatkan turunnya harga produk mereka. Dengan adanya perdagangan internasional, pengusaha dapat menjalankan mesin-mesinnya (alat produksinya) secara maksimal, dan menjual kelebihan produk tersebut ke luar negeri yang akan menambah devisa negara.
f.       Memperluas Lapangan Pekerjaan
Dengan adanya perdagangan internasional dapat memperluas lapangan pekerjaan dan kesempatan masyarakat untuk bekerja. Karena, dengan semakin bertambahnya produksi dalam negeri yang di ekspor, maka akan semakin banyak juga tenaga kerja yang di butuhkan  yang kemudian akan membuka lapangan pekerjaan baru.

2.   Dampak Negatif

a.   Apabila negara tidak memiliki keunggulan komparatif dan keunggulan bersaing negara akan menjadi sasaran penjualan dan kebanjiran barang dan jasa dari negara lain. Sehingga impor meningkat dan akan mengurangi cadangan devisa negara.
b.   Masuknya produk barang dan jasa secara bebas di dalam negeri akan mengancam kelangsungan industri dalam negeri untuk mengurangi produktifitasnya  sehingga kesempatan kerja berkurang. Pendapatan nasional akan menurun dan perekonomian nasional akan menurun.
c.   Masuknya pengaruh budaya asing yang bertentangan dengan kepribadian bangsa akan mengancam generasi muda dan moral bangsa Indonesia.
d.  Tingginya semangat untuk mencapai efisiensi dan profit motif cendrung menurun atau hilangnya solidaritas sosial dan nasionalisme.

a.   Barang-barang produksi dalam negeri terganggu akibat masuknya barang impor yang di jual murah dalam negeri, yang menyebabkan industri dalam negeri mengalami kerugian besar.
b.  Apabila tidak mampu bersaing maka pertumbuhan perekonomian Indonesia akan semakin rendah dan bertambahnya pengangguran dalam negeri.
c.  Tidak terjaminnya halal bagi makanan dan minuman yang diimpor. Indonesia merupakan negara yang mayoritas penduduknya adalah muslim. Namun dari makanan dan minuman yang diimpor tidak terjamin kehalalannya.
Untuk mengantisipasi adanya dampak negatif perdagangan internasional, maka perekonomian Indonesia setidaknya harus diupayakan, yaitu:
1)   Meningkatkan profesionalisme sumber daya manusia melalui perbaikan sistem pendidikan nasional.
2)  Meningkatkan efisiensi pengelolaan sumber-sumber ekonomi.
3)      Meningkatkan IPTEK baik di bidang produksi, informasi, komunikasi, dan transportasi.
4)      Ikut secara aktif dalam forum-forum kerja sama ekonomi dan memanfaatkannya bagi kepentingan kemajuan bangsa.
5)      Melakukan penyempurnaan lebih lanjut dalam rangka deregulasi dan debirokrasi di segala bidang secara efektif dan efisien.
 Dampak Positif
a.       Perkembangan Penduduk
Dengan adanya perdagangan internasional, maka daya saing pun bertambah sehingga dapat menimbulkan persaingan yang kompetitif diantara negara-negara. Untuk itu, UKM  harus melakukan perubahan dari segi apapun, baik itu dari segi produk, pemasaran hingga teknologi dengan cara seperti ini membuat UKM dapat bersaing dengan produk-produk luar negeri yang kompetitif.
b.      Sebagai Tantangan Meningkatkan Kualitas Produk
Dengan adanya perdagangan internasional ini bagi kalangan dunia usaha, khususnya untuk mereka yang memiliki usaha dengan kualitas dan manajemen yang baik, perdagangan internasional dapat dijadikan tantangan bagi pelaku dunia usaha yaitu bagaimana cara mereka bisa bersaing secara sehat dengan produk-produk dari luar negeri. Sehingga pelaku usaha akan semakin menjadikan pasar perdagangan internasional ini menjadi semangat dan modal untuk memotivasi mereka untuk selalu meningkatkan kualitas dan harga produk mereka sehingga bisa terjangkau oleh konsumen.  
c.       Peluang Menarik Investasi
Dengan adanya perdagangan internasional suatu negara dapat menarik investor asing untuk menanamkan modalnya di Indonesia. Hasil dari investasi tersebut dapat diputar lagi untuk kegiatan 
mengekspor barang-barang hasil UKM ke negara-negara yang tidak menjadi peserta perdagangan internasional.
a.       Meningkatkan Volume Perdagangan
Hal ini di motivasi dengan adanya persaingan ketat antar produsen. Sehingga produsen maupun importir dapat meningkatkan perdagangan yang tidak terlepas dari kualitas barang yang diproduksi oleh sektor-sektor  UKM.
2.      Dampak Negatif
a.       Menghancurkan sektor-sektor Industri
Serbuan produk asing dapat mengakibatkan kehancuran sektor-sektor ekonomi yang diserbu. Padahal sebelum tahun 2009 Indonesia telah mengalami  proses deindustrialisasi (penurunan industri) yang dipicu oleh penutupan sentra-sentra usaha strategis UKM.
b.      Menghambat Daya Saing Produk
Mudah masuknya produk-produk asing  yang harganya relatif murah, akan mematikan UKM. Hal itu dapat menghambat daya saing produk-produk UKM karena masyarakat Indonesia memiliki tingkat perekonomian yang rendah.
c.   Produk Luar Membanjiri Pasar Indonesia

Mengapa bisnis internasional memiliki resiko yang
lebih tinggi
daripada bisnis di dalam negri

Sama seperti ada alasan untuk masuk ke pasar global dan manfaat dari pasar global ada juga risiko yang terlibat dalam menemukan perusahaan di negara-negara tertentu. Setiap negara mungkin memiliki potensinya tetapi juga memiliki kesengsaraan nya yang berkaitan dengan melakukan bisnis dengan perusahaan-perusahaan besar. Beberapa negara-negara nakal mungkin memiliki semua mineral alami tetapi risiko yang terlibat dalam melakukan bisnis di negara-negara melebihi manfaat. Beberapa risiko dalam bisnis internasional adalah
Risiko Strategis 
Risiko Operasional
 
Risiko Politik
 
Risiko Negara
 
Risiko Teknologi
 
Risiko Lingkungan
 
Risiko Ekonomi
 
Risiko Keuangan
 
Terorisme Risiko
Risiko Strategis Kemampuan perusahaan untuk membuat keputusan strategis untuk merespon kekuatan yang merupakan sumber resiko. Kekuatan ini juga berdampak pada daya saing perusahaan. Porter mendefinisikan mereka sebagai ancaman pendatang baru dalam industri ancaman barang pengganti dan jasa intensitas persaingan dalam industri daya tawar pemasok dan kekuatan tawar konsumen.
Risiko Operasional Hal ini disebabkan oleh aset dan modal keuangan yang membantu dalam hari-hari operasi bisnis. Rincian dari mesin pasokan dan permintaan sumber daya dan produk kekurangan barang dan jasa kurangnya logistik yang sempurna dan persediaan akan mengakibatkan inefisiensi produksi. Dengan mengontrol biaya limbah yang tidak perlu akan berkurang dan perbaikan proses dapat meningkatkan lead-time mengurangi varians dan berkontribusi terhadap efisiensi dalam globalisasi.
Risiko Politik Tindakan politik dan ketidakstabilan dapat membuat sulit bagi perusahaan untuk beroperasi secara efisien di negara-negara akibat publikasi negatif dan dampak yang diciptakan oleh individu dalam pemerintahan atas. Sebuah perusahaan tidak dapat secara efektif beroperasi pada kapasitas penuh untuk memaksimalkan keuntungan dalam turbulensi politik seperti sebuah negara yang tidak stabil itu. Sebuah pemerintahan baru dan bermusuhan dapat menggantikan yang ramah dan karenanya mengambil alih aset asing.
Risiko Negara Budaya atau ketidakstabilan suatu negara dapat menciptakan risiko yang mungkin membuat sulit bagi perusahaan multinasional untuk beroperasi dengan aman efektif dan efisien. Beberapa risiko negara berasal dari kebijakan pemerintah kondisi ekonomi faktor keamanan dan kondisi politik. Memecahkan salah satu masalah tanpa semua masalah agregat bersama-sama tidak akan cukup dalam mengurangi risiko negara.
Teknologi Risiko Kurangnya keamanan transaksi elektronik biaya pengembangan teknologi baru dan fakta bahwa teknologi baru mungkin gagal dan ketika semua ini digabungkan dengan teknologi yang ada sudah ketinggalan zaman hasilnya mungkin menciptakan efek berbahaya dalam melakukan bisnis di arena internasional.
Risiko Lingkungan Air air dan pencemaran lingkungan dapat mempengaruhi kesehatan warga dan menimbulkan kemarahan publik dari warga. Masalah-masalah ini juga dapat menyebabkan merusak reputasi perusahaan yang melakukan bisnis di daerah itu.
Risiko Ekonomi Ini berasal dari ketidakmampuan negara untuk memenuhi kewajiban keuangannya. Perubahan kebijakan fiskal atau moneter asing-investasi atau / dan domestik. Pengaruh nilai tukar dan suku bunga membuat sulit untuk melakukan bisnis internasional.
Risiko Keuangan Daerah ini dipengaruhi oleh nilai tukar mata uang pemerintah fleksibilitas dalam memungkinkan perusahaan untuk memulangkan keuntungan atau dana luar negeri. Devaluasi dan inflasi juga akan mempengaruhi kemampuan perusahaan untuk beroperasi pada kapasitas yang efisien dan masih akan stabil. Sebagian besar negara membuat sulit bagi perusahaan asing untuk memulangkan dana sehingga memaksa perusahaan-perusahaan untuk menginvestasikan dana tersebut pada tingkat yang kurang optimal. Kadang-kadang aset perusahaan disita dan yang berkontribusi terhadap kerugian finansial.
Terorisme Risiko Ini adalah serangan yang mungkin berasal dari kurangnya harapan kepercayaan perbedaan budaya dan filsafat agama dan / atau hanya benci perusahaan oleh warga negara tuan rumah. Hal ini menyebabkan sikap bermusuhan potensial sabotase perusahaan asing dan / atau penculikan pengusaha dan karyawan. Situasi frustasi tersebut membuat sulit untuk beroperasi di negara-negara.
Meskipun keuntungan dalam bisnis internasional melebihi risiko perusahaan harus mengambil penilaian risiko dari masing-masing negara dan juga termasuk kekayaan intelektual birokrasi dan korupsi pembatasan sumber daya manusia dan pembatasan kepemilikan dalam analisis untuk mempertimbangkan semua risiko yang terlibat sebelum bertualang ke salah satu negara

Kamis, 21 November 2013

Tugas 6



FRANCHISE CIRCLE K

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Franchising dikenal sebagai jalur distribusi yang sangat efektif untuk mendekatkan produk kepada konsumennya melalui tangan-tangan franchisee. Franchising dalam bahasa inggris franchise yang berarti  hak untuk menjual atau menyediakan produk/ layanan. Franchising pada hakekatnya adalah sebuah konsep pemasaran dalam rangka mempercepat jaringan usaha secara luas. System bisnis franchising memiliki banyak kelebihan yang biasanya menyangkut pendanaan, sumber daya manusia (SDM),  manajemen dan tingkat kesulitan dalam pemasarannya, ya kecuali jika pemilik usaha tersebut mau berbagi mereknya dengan pihak lain. Bisnis ini cukup dikenal jalur distribusinya yang efektif untuk mendekatkan produknya dengan para konsumen melalui tangan-tangan para pebisnis.

Fenomenanya, bisnis franchising ini sangat berkembang pesat pada saat ini terutama pada bidang makanan. Jika kita amati, banyak sekali usaha baru yang menawarkan segala bentuk produk dan jasa pada saat ini, misalnya usaha makanan modern. Biasanya banyak kita temukan di pinggir-pinggir jalan perkotaan,atau di pusat pusat pertokoan, dan juga di jalan-jalan strategis perkotaan yang mudah dijangkau oleh masyarakat. Contoh yang sangat mudah kita jumpai seperti KFC, Mc.donald, Kentucky fried chicken, pizza hut. Kemudian diikuti juga oleh beberapa franchise asing lainnya seperti Circle K, starbucks, Bread Story, Bread Talk, Wendys, Kafe Dome dan sebagainya. Beberapa pemilik usaha berada di luar negri seperti Circle K, Mc Donald, Dunkin Donuts, Kentucky Fmarket demandried Chicken, Pizza Hut, Wendys, Starbucks yang berasal dari Amerika Serikat, Bread Story dari Malaysia dan Bread Talk dari Singapura dengan pembeli yang cukup banyak. Pembeli dengan sabar mau mengantri dengan tertib untuk memilih produk dan membayarnya.

TUJUAN
Visi dan Misi
Visi Circle K adalah untuk menjadi pemimpin pasar convenience store di Indonesia dengan mengutamakan kepuasan pelanggan dan pengembangan jaringan yang didukung oleh sistem dan organisasi yang tangguh.
Misi Circle K adalah menciptakan pengalaman berbelanja yang mengesankan melalui pemilihan barang dan kegiatan promosi yang kreatif serta menciptakan lingkungan belanja yang aman, nyaman dan menyenangkan.
Selain itu, Circle K juga secara terus menerus menambah jaringan store melalui metode yang terstruktur dan menggali semua potensi yang mungkin untuk menjamin pertumbuhan yang sehat.
Secara internal, Circle K menciptakan proses kerja yang terintegrasi diantara fungsi-fungsi di dalam organisasi dan secara terus menerus meningkatkan kemampuan (kapabilitas) sumber daya manusia.

PEMBAHASAN

Circle K adalah Convenience Store dimana ada 3 aspek yang membedakan dengan store lainnya:
a. Lama waktu operasional. Circle K memiliki komitmen untuk memberikan layanan selama 24 jam sehari selama 7 hari dalam seminggu.
b. Jenis barang yang tersedia. Store Circle K tergolong Convenience Store yang memfokuskan diri kepada penyediaan dan penjualan barang-barang makanan dan minuman untuk dikonsumsi segera (immediate consumption) dan juga menjual sedikit barang-barang kelontong (groceries).
c. Kepuasan pelanggan. Konsep layanan Circle K adalah untuk memaksimalkan kepuasan pelanggan dengan menekankan kepada kecepatan pelayanan, kebersihan dan kerapian store, keramahan karyawan, dan suasana store yang menyenangkan.

Produk & Layanan
Circle K menyediakan beberapa produk yang sesuai dengan konsep Convenience Store. Diantaranya adalah Immediate Consumption products dan fill-in products. Jumlah item produk terbatas oleh kebutuhan yang sifatnya mendesak. Sedangkan layanan lainnya seperti mesin ATM merupakan value added bagi pelanggan saat berbelanja di store Circle K.

Konsep Bisnis
     ü  Tidiness             : Rapi dan Bersih
ü  Friendly and Fun          : Ramah dan menyenangkan
ü  Unostentanious  : Bersahaja
ü  Best  service               : Pelayanan terbaik

Five Easy Circle-K      

 Easy to get in
Yaitu,Kemudahan saat memasuki toko dengan keluasan akses parker dan exterior yang juas juga modern.

 Easy to get out
Yaitu,Desaign interior yang menciptakan kenyamanan berbelanja dan buying impulse,memberikan kesan tersendiri sertsa kemudahan bagi customer saat meninggalkan toko.
 Easy Selection
Yaitu,pemilihan produk berkualitas dan memudahkan.
 Easy Payment
Yaitu,system terpadu dan kecepatan pelayanan,memberikan kemudahan saat transaksi pembayaran.
 Easy Decision
Yaitu,Membantu membuat keputusan dalam member produk yang ditawarkan.

Program Promosi

Circle K mendesain program-program promosi untuk menarik minat pelanggan untuk berbelanja di store Circle K. Hubungan dengan supplier yang baik dapat memberikan nilai tambah dalam merancang program-program promosi.

Franchise
Selama 20 tahun mengoperasikan toko. Dengan pengalaman dan juga pengembangan sistem, Circle membantu para calon franchisee untuk membuka usahanya sendiri melalui bisnis franchise ini dengan sangat mudah. Pengalaman-pengalaman tersebut juga di tuangkan dalam buku panduan yang disebut dengan SOP (Standard Operational Procedure) sehingga memudahkan franchisee Circle K dalam mengoperasikan toko. Circle mengharapkan melalui bisnis franchise ini, kedua belah pihak dapat mengambil benefitnya.

Analisis Resiko
Identifikasi resiko beserta antisipasi yang diterapkan:
a. Dilihat dari waktu operasional hingga malam hari, kemungkinan terjadi tindakan kriminalitas pada konsumen dan karyawan sangatlah besar. Untuk mengatasi hal ini Circle K mengaplikasikan konsep penerangan khusus baik di dalam store maupun di area parkir. Lokasi store juga dipilih sedemikian rupa jauh dari daerah rawan tindakan kriminalitas, seperti misalnya stasiun kereta api dan terminal bus.
b. Untuk mengatasi kemungkinan tidak berjalannya usaha dengan baik bila Circle K mengoperasikan usahanya sendiri, Circle K mengalihkan resiko ke pihak lain dengan cara Franchise.
c. Dengan memberikan Franchise kepada franchisee masih ada kemungkinan resiko yang dapat diterima Circle K. Resiko yang dapat diterima adalah penurunan image Circle K bila usaha yang dioperasikan oleh franchisee gagal. Untuk mengatasi hal ini, Circle K memberikan buku panduan SOP (Standard Operational Procedure) kepada franchisee sehingga memudahkan dalam pengoperasian.

Dampak Positif dan Negatif

Dalam sistem franchise ini, kegiatan usaha pengusaha kecil di Indonesia khususnya di Kota Baturaja sedikit banyak mempunyai dampak, baik dampak positif maupun dampak negatif. Dampak positif adalah manfaat atau keunggulan yang dapat memperoleh dari perkembangan bisnis franchise. Manfaat tersebut merupakan keberhasilan dari segi bisnis dan sumber daya manusia karena berkaitan dengan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi (transfer of knowledge ang technology), berkualitas tinggi, tidak hanya bermanfaat bagi franchisee secara individual, tetapi juga bagi franchisor sebagai pemilik franchise yang menghasilkan royalti selain dampak positif ada juga Dampak negatif dari bisnis franchise adalah bentuk kerugian atau kelemahan yang perlu diatasi/diantisipasi agar tidak menimbulkan kerugian lebih jauh terutama dalam rangka pengembangan sumber daya manusia berkualitas dan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dampak negatif tersebut, antara lain Bisnis franchise dapat mematikan krativitas penemuan baru di bidang bisnis dan teknologi karena merasa sudah puas dengan yang ada melalui lisensi franchise. Pihak franchisee (penerima waralaba) dimanjakan oleh franchisor ( pemberi waralaba )hanya bertumpu pada bisnis franchise miliknya yang sudah mapan. Dampak selanjutnya adalah Tidak ada upaya modifikasi bisnis karena hanya mengandalkan lisensi bisnis franchise yang sudah baku dan harus dipatuhi oleh franchisee. Melakukan modifikasi berarti melanggar perjanjian franchise yang akan mengakibatkan pembatalan hubungan bisnis.
Teknologi tidak berkembang karena hanya bergantung pada paket teknologi yang sudah ditetapkan dalam lisensi franchise, Ini berarti hambatan bagi kemajuan pembangunan. Karena lisensi farnchise harus didaftarkan, ada kemungkinan ditolak pendaftarannya sebab melanggar asas hukum lisensi. Sikap menerima apa adanya karena dimanjakan oleh lisensi franchise. Dalam hal ini, pihak franchise tertutup upaya menghasilkan hak kekayaan intelektual baru melalui penemuan bisnis dalam kurun waktu bertahun-tahun, kecuali keuntungan ekonomi (profit). Kalau ada penemuan baru selama menjalankan franchise, biasanya hak kekayaan intelektualnya menjadi milik franchisor. Franchisor sering melakukan pengawasan secara intensif terhadap perbuatan franchise mengenai pelaksanaan bisnis franchise bersama dengan aspek-aspek lain dari hubungan franchisor – franchisee, sehingga dapat menimbulkan masalah hukum yang rumit (complicated).

Keuntungan Franchise

1. Adanya program-program pelatihan dari Fanchisor (yang punya perusahaan)sehingga kurangnya skill dapat di tanggulangi.
2. Secara psikologis pihak Franchisee akan berusaha untuk dapat memajukan bisnisnya itu di samping mendapat bantuan dan bimbingan yang terus menerus dari pihak franchisor karena merasa telah memiliki perusaan yang besar.
3. Populer seketika.
4. Karena sudah populer maka tentu saja perusahaan baru tersebut tidak butuh dana besar untuk promo atau dana untuk kegagalan yang biasa dialami oleh perusaan yang baru berdiri.
5. Seringkali pihak franchisee menerima juga bantuan-bantuan berikut ini:
a. Penyeleksian tempat,
b. Persiapan rencana perbaikan model gedung sehingga sesuai dengan rencana tata kota atau ketentuan lainnya yang berlaku,
c. Perolehan dana untuk sebahagian biaya akuisisi dari bisnis yang difranchisekan,
d. Pelatihan staff,
e. Pembelian peralatan,
f. Seleksi dan pembelian suku cadang,
g. Bantuan pembukaan bisnis dan menjalankannya dengan lancar.

6. Iklan yang ditayangkan di TV, di billboard atau dimanapun mewakili seluruh jaringan Franchise, (iklan gretongan. hehehe)
7. Keuntungan bagi franchisee dari adanya daya beli yang besar dan negosiasi yang dilakukan pihak franchisor atas nama seluruh jaringan franchisee,
8. Risiko dalam bisnis franchise umumnya kecil
9. Franchise mendapatkan hak untuk menggunakan merek dagang, paten, hak cipta, rahasia dagang, serta proses, formula dn resep rahasia milik franchisor,
10. Franchisee memperoleh jasa-jasa dari staff lapangan pihak franchisor,
11. Franchisee mengambil mamfaat dari hasil riset yang dilakukan secara terus-menerus oleh franchisor, sehingga dapat memperkuat daya saing.
12. Informasi dan pengalaman dari seluruh jaraingan franchisee yang ada lewat franchisor dapat disebarkan ke seluruh jaringan yang ada.
13. Seringkali terdapat jaminan exclusivitas bagi franchisee untuk bergerak dalam usaha yang bersangkutan dalam sesuatu territorial tertentu.
14. Lebih mudah bagi franchisee utnuk memperoleh dana dari penyandang dana karena nama besar dan keberhasilan dari pihak franchisor.



KESIMPULAN
Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa franchise merupakan modal izin dari pemilik modal ( franchisor ) kepada penerima waralaba ( franchise ) dengan membayar sejumlah royalty kepada pemilik modal untuk mengelola suatu perusahaan. Sebagai salah satu contoh perusahaan franchise di Indonesia adalah Circle K.
Circle K termasuk satu dari perusahaan franchise yang ada di Indonesia. Meskipun Circle K berasal dari negara Amerika Serikat, namun sekarang Circle K sudah berada di banyak negara, antara lain Jepang, Kanada, Meksiko, China, bahkan sudah sampai di Indonesia. Karena banyaknya barang yang ditawarkan atau disediakan, Circle K kini sudah sangat terkenal dan digemari oleh masyarakat Indonesia. Bahkan tidak sedikit dari mereka yang menggunakan Circle K sebagai tempat nongkrong di kala senggang.


Arif Perdana             : 21213302
Bismi Ovrilia S           : 21213767
Lita Maryuanita Sani    : 25213015


Jumat, 15 November 2013

Tugas 5


Jelaskan secara singkat pengertian produksi baik secara umum maupun secara ekonomi ?

Pengertian produksi secara umum

Produksi adalah kegiatan menghasilkan barang atau jasa.
Setiap hari manusia selalu menggunakan barang untuk memenuhi kebutuhanya. Barang-barang tersebut tidak akan tersedia apabila tidak ada yang menghasilkanya.
 Contoh:
 Di daerah pedesaan para petani mengolah sawah atau ladangnya untuk menghasilkan barang-barang hasil pertanian seperti padi, jagung, keledai, tebu, dll.

Pengertian produksi secara ekonomi
Produksi dapat diartikan sebagai kegiatan untuk meningkatkan atau menciptakan kegunaan (utility) dari benda-benda ekonomi dengan masukan berupa factor-faktor produksi sehingga menjadi bentuk keluaran berupa produk.
Contoh:
A. Tukang kayu yang mengecat kursi hasil buatanya.
B . Pedagang yang membeli sepeda bekas lalu ia bersihkan, perbaiki, dan dicat kembali lalu dijual


Sistem produksi dan operasi adalah suatu keterkaitan dari unsur-unsur yang berbeda secara terpadu, menyatu, dan menyeluruh. Jelaskan!


SIKLUS PRODUKSI

Siklus Produksi adalah serangkaian aktivitas bisinis dan kegiatan pengolahan data yang berkaitan dengan proses pembuatan produk. Siklus produksi berkaitan erat dengan sub sistem yang lain, seperti yang tertera pada gambar di bawah ini.

Hubungan Sistem Produksi dengan Sistem Lainnya

Perancangan produk merupakan tahap awal dari sistem produksi yang bertujuan untuk merancang sebuah produk yang memenuhi keinginan konsumen dalam hal kualitas, lama pengerjaan, dan biaya produksi yang rendah. Dokumen yang dihasilkan dari aktivitas produksi adalah :

1. Daftar kebutuhan bahan (bill of material).
2. Daftar kegiatan (Operating list/routing sheet).

Tahap kedua dari sistem produksi adalah membuat perencanaan dan penjadwalan produksi yang bertujuan produksi dilakukan seefisien mungkin untuk memenuhi pesanan yang ada dan kemungkinan permintaan jangka pendek tanpa menghasilkan produk yang berlebih. Untuk memmbuat rencana produksi, tersedia 2 metode yang umum dipakai, yaitu :

 1. Perencanaan sumberdaya manufaktur (manufacturing resource planning/MPR-II).
 2. Sistem manufaktur Just-in-time (JIT).

Dokumen yang digunakan dalam aktivitas perencanaan dan penjadwalan produksi yaitu :

1. Jadwal produksi (master production schedule).
2. Order produksi (production order).
3. Bukti permintaan bahan baku (material requisition).

Tahap ketiga dalam sistem produksi adalah pembuatan produk. Informasi penting yang berhubungan dengan produksi yaitu : konsumsi bahan baku, tenaga kerja, dan biaya overhead sehingga sistem informasi akuntansi dapat mengolah data tersebut, memprosesnya dan membuat berbagai macam laporan yang diperlukan.

Sistem Akuntansi Biaya

Tahap akhir dalam sistem produksi adalah sistem akuntansi biaya yang bertujuan yaitu :
1. Menghasilkan informasi untuk perencanaan, pengendalian, dan penilaian kinerja dalam produksi.
2. Menghasilkan informasi biaya yang akurat agar dapat digunakan sebagai dsar penentuan harga (pricing) dan kepututusan tentang komposisi produk (product mix).
3. Menghasilkan informasi yang dapat digunakan untuk menghitung nilai persediaan dan harga pokok penjualan.

Jenis sistem akuntansi biaya yang umum  digunakan oleh sebuah perusahaan adalah sistem penentuan harga pokok pesanan (job order costing) dan sistem peneentuan harga pokok proses (process costing) dan laporan yang dihasilkan sistem akuntansi biaya umumnya berupa :

1. Laporan kontrol (control report).
      2. Laporan harga pokok produksi (production cost report)
  
Catatan akuntansi yang diselenggarakan dalam sistem akuntansi biaya adalah :

1. Jika perusahaan mengolah data biaya secara manual (noncomputerized record) :
  
a.    Perusahaan jasa dan manufaktur menggunakan sebuah kartu harga pokok   produksi (production cost ledger) yang berfungsi sebagai kartu pembantu untuk rekening persediaan produk dalam proses.
b.     Jika perusahaan menggunakan sistem harga pokok pesanan, catatan ini dibuat satu halaman untuk setiap pesanan.
c.      Jika perusahaan menggunakan sistem harga pokok proses, catatan ini dibuat dalam satu halaman untuk setiap pusat biaya. Untuk mencatat informasi dalam catatan ini, digunakan arsip order produksi.

2. Jika perusahaan mengolah data biaya dengan menggunakan komputer :
               a.  File induk (master file) dan file transaksi (transaction file).
b. Dalam sistem database, data biaya akan ditampung dalam sub skema  secara    independen.

Prosedur Pengolahan Transaksi

Pengolahan transaksi biaya dapat dilakukan secara manual atau dengan menggunakan komputer dan prosedure pengolahan transaksi dalam bentuk narasi dan bagan alir (flowchart).
Prosedure/Sistem Akuntansi Biaya (manual) dimulai dari Bagian Gudang ke Departemen Pengawasan Produksi ke Bagian Pabrik ke Bagian Akuntansi Biaya. 
Bagan proses sistem produksi
Input
    Data Internal perusahaan merupakan data intern sistem keseluruhan yang mendukung proses pengolahan data menjadi informasi yang berguna. Data ini meliputi sumber daya manusia (SDM), material, mesin, dan hal lainnya yang mendukung proses secara keseluruhan seperti transportasi, spesifikasi kualitas material, frekuensi perawatan, dan lain-lain.
Contoh data eksternal adalah data pemasok (supplier), kebijakan pemerintah tentang UMR, listrik, dll.Data-data ini biasanya berguna untuk perhitungan cost dalam manufaktur mulai dari awal hingga akhir proses.
Data awal ini dapat diperoleh sejak awal perusahaan berdiri maupun pada saat proses produksi berlangsung, kemudian data-data yang diperlukan didokumentasikan ke dalam sebuah database. Namun, apakah kita bisa mendefinisikan data apa saja yang perlu kita catat ke dalam sebuah database?
Oleh karena abstrak dan banyaknya data yang harus didokumentasi, maka kita harus bisa mendefinisikan tujuan akhir dari informasi yang hendak kita buat. Pihak manajemen puncak (eksekutif) harus memberikan pedoman kepada pihak manajemen informasi untuk membuat sebuah sistem informasi yang dikehendaki. Setelah itu, pihak manajemen informasi dapat memutuskan untuk mengumpulkan data yang seperti apa untuk dapat menghasilkan informasi seperti yang diharapkan oleh pihak eksekutif.
Proses
Proses pengolahan data menjadi informasi selalu diidentikkan dengan Database Management System (DBMS). DBMS ini identik dengan manajemen data, dimana data yang ada harus dijamin akurasi, kemutakhiran, keamanan, dan ketersediaannya bagi pemakai.
Kegiatan yang terjadi di dalam manajemen data adalah :
1.Pengumpulan (pendokumentasian) data
2. Pengujian data, agar tidak terjadi inkonsistensi data
3. Pemeliharaan data, untuk menjamin akurasi dan kemutakhiran data.
4. Keamanan data, untuk menghindari kerusakan serta penyalahgunaan data.
5. Pengambilan data, bisa dalam bentuk laporan, untuk memudahkan pengolahan data yang lain.
Seperti halnya data input, pengolahan data menjadi informasi memerlukan proses khusus dengan menggunakan metode perhitungan yang sesuai dengan kebutuhan industry yang bersangkutan. Apabila kita belum mengetahui keinginan informasi dari pihak eksekutif, pengolahan data yang ada dapat menimbulkan cost yang inefektif dan inefisiensi.
Output
Informasi yang dihasilkan dari hasil pengolahan data perlu diklasifikasikan berdasarkan beberapa subsistem. Dalam hal ini, penulis mengklasifikasikan output data menjadi 3 bagian yaitu persediaan, produksi dan kualitas, dimana ketiganya ini tidak meninggalkan unsur biaya yang terjadi di dalamnya.




Jumat, 08 November 2013

Tugas 4


1.      Apa yang dimaksud dengan pemasaran?

Jawab : Pemasaran/marketing adalah proses penyusunan komunikasi terpadu yang bertujuan untuk memberikan informasi mengenai barang atau jasa dalam kaitannya dengan memuaskan kebutuhan dan keinginan manusia

2.      Mengapa pemasaran sering disebut juga permintaan ?

Jawab : Karena manajemen pemasaran berupaya mempengaruhi tingkat dan karakter permintaan dengan cara yang akan membantu pencapaian tujuan organisasi. Karena itu manajemen pemasaran sering disebut juga sebagai manajemen permintaan. Menurut Fuad, dkk (2008 : 124) ada delapan permintaan yang berbeda-beda. Pada tiap keadaan, ada tugas tertentu yang harus dilakukan manajemen pemasaran. Kedelapan permintaan tersebut, yaitu 1. Permintaan negatif (negative demand)
2. Tidak ada permintaan (no demand)
3. Permintaan terpendam (latent demand)
4. Permintaan yang menurun (falling demand)
5. Permintaan yang tidak teratur (irregular demand)
6. Permintaan penuh (full demand)
7. Permintaan yang berlebihan (overfull demand)
8. Permintaan yang tidak sehat (unwholesome demand)

3.     Jelaskan apa perbedaan kebutuhan dan keinginan berdasarkan konsep inti pemasaran! Berikan contohnya masing-masing 2 contoh! 

Jawab : Perbedaan Kebutuhan dan Keinginan Berdasarkan Konsep Inti Pemasaran Kebutuhan dalam konsep pemasaran  merupakan suatu hal yang penting baik bagi konsumen maupun pemasar karena dari kebutuhan-kebutuhan tersebutlah terciptanya produk yang akan di pasarkan kepada konsumen sehingga sangat berkaitan dengan pemasaran. Keinginan merupakan suatu hal yang diinginkan dan diharapkan agar dapat memperoleh sesuatu yang di dambakan baik oleh konsumen maupun pemasar sendiri, karena seorang pemasar berkeinginana untuk bisa memuaskan konsumen serta  dapat memajukan perusahaannya.
a)      Kebutuhan adalah fungsi dasar atas sesuatu yang secara esensial diperlukan.    Contoh :
      1.  Kebutuhan manusia untuk makan agar dapat memenuhi nutrisi
      2. Kebutuhan manusia untuk berpakaian
b)      Keinginan adalah semua fungsi tambahan yang jika tidak ada sebenarnya  tidak mengganggu hidup anda     akan tetapi anda mengharapkan untuk bisa mendapatkan fungsi tambahan tersebut. Contoh :
      1. Keinginan manusia untuk membeli gadget mahal
      2. Keinginan manusia untuk membeli perhiasan

Jumat, 01 November 2013

Tugas 3



1.       Apa yang dimaksud dengan perusahaan ?

Jawaban :
Perusahaan adalah tempat terjadinya kegiatan produksi dan berkumpulnya semua faktor produksi. Setiap perusahaan ada yang terdaftar di pemerintah dan ada pula yang tidak. Bagi perusahaan yang terdaftar di pemerintah, mereka mempunyai badan usaha untuk perusahaannya. Badan usaha ini adalah status dari perusahaan tersebut yang terdaftar di pemerintah secara resmi.


2.       Apa yang membedakan perusahaan dan lembaga social ? (min 5)
Jawaban :
Perusahaan
·         perusahaan adalah tempat terjadinya produksi dan berkumpulnya semua factor produksi.
·         penekanan/prioritas perusahaan terhadap laba
·         perusahaan biasanya bersifat komersil
·         pendiriannya  berorientasi pada profit
·         mengolah bahan baku atau sumber daya alam yang ada,jadi sumber pendapatannya berdasarkan tingkat keuntungan dari hasil penjualan produknya

Lembaga Sosial
·         Berorientasi pada non profit
·         Bersifat sukarela
·         tidak memfokuskan pada laba yang diperoleh tapi mereka lebih peduli dan lebih mementingkan pegawai-pegawainya
·         memberikan pedoman kepada anggota masyarakat tentang sikap dalam menghadapi masalah di masyarakat
·         menekankan prioritasnya pada tanggung jawab social


3.       Jelaskan apa yang di maksud dengan perusahaan sebagai suatu system ? (min50 kata)
Jawaban :Perusahaan sebagai suatu sistem
Sistem adalah suatu kesatuan dari unit-unit yang saling berinteraksi baik secara langsung         maupun tidak langsung dalam rangka mencapai tujuan tertentu. Perusahaan adalah suatu sistem karena merupakan kombinasi dari berbagai sumber ekonomi yang secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi proses produksi serta distribusi barang dan jasa untuk mencapai tertentu antara lain keuntungan, pemenuhan kebutuhan masyarakat,maupun tanggung jawab sosial.
a. Kepada pemilik modal: pengelolaan keuangan dan kemajuan perusahaan.
b. Kepada lembaga peneliti: membantu pendanaan.
c. Kepada pekerja: membayar gaji dan memenuhi fasilitas kerja.
d. Kepada konsumen: menyediakan barang dan jasa yang bagus.
e. Kepada pemerintah: membayar pajak.
3. Sifat sistem perusahaan
a. Kompleks
b. Sebagai suatu kesatuan / unit.
c. Sifatnya beragam.
d. Saling tergantung.
e. Dinamis